Kakap Putih sebagai Ikan Bernilai Ekonomis Tinggi

Kakap Putih sebagai Ikan Bernilai Ekonomis Tinggi – Ikan kakap putih atau dalam bahasa ilmiahnya Lates calcalifer adalah komoditas perikanan yg memiliki nilai ekonomi tinggi yg cukup laris pada pangsa pasar. Dalam perdagangan internasional dikenal menggunakan nama giant seaperch, white seabass, seabass atau barramundi. Permintaan ikan kakap putih cukup tinggi lantaran ikan ini memiliki daging yg tebal & putih, sedikit tulang dan lezat dan legit sebagai akibatnya ikan ini cukup diminati oleh konsumen.

Ikan kakap ini diklaim kakap putih karena warna tubuhnya berwarna putih keperakan yang mendominasi terutama pada bagian perutnya. Kakap putih memiliki bentuk memanjang agak pipih yang mempunyai ukuran panjang yg bisa mencapai 170 cm & berat lebih menurut 50 kg.

Produksi kakap putih pada Indonesia masih 8000 ribu ton yang terus ditingkatkan oleh KKP menggunakan program hadiah benih unggul kakap putih buat menaikkan usaha budidaya kakap putih pada Indonesia. Tetapi produksi kakap putih dalam tahun 2016 nir hingga dua ribu ton, padahal potensi yang dimiliki Indonesia berada di kisaran juta ton. Sehingga dalam tahun 2017 ini, KKP Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mencanangkan program budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai menjadi upaya mengoptimalkan potensi lahan budidaya perikanan yg terdapat pada Indonesia.

KKP akan melakukan modernisasi teknologi pada dalam budidaya laut lepas pantai atau lebih dikenal dengan KJA offshore yg mengadaptasi teknologi yg selama ini diterapkan oleh Norwegia. Ikan yang dipakai dalam program tersebut merupakan ikan kakap putih lantaran ikan ini gampang dibudidayakan dan mempunyai pangsa pasar ekspor yang lebih luas. Pasaran ekspor kakap putih dalam bentuk segar atau pun beku terbuka untuk USA, Uni Eropa, Australia, dan Asia.

Sumber : faunadanflora.com/