DPR Menilai Masalah Vokasi karena Buruknya Sistem Pendidikan

DPR Menilai Masalah Vokasi karena Buruknya Sistem Pendidikan – Anggota DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon mendorong adanya audit terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berhubungan pemakaian perkiraan pendidikan sebesar 20% dari APBN.

Effendi mengatakan, audit terhadap pemakaian perkiraan pendidikan perlu dilaksanakan sebagai upaya koreksi terhadap buriknya kualitas edukasi vokasi di Tanah Air.

“Saya yakin permasalahan yang dihadapi edukasi vokasi adalahbagian dari buruknya sistem pendidikan. Harus terdapat audit,” kata Effendi dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya ‘Vokasi & Ironi Pendidikan di Era Milenial’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Kesalahan sistem yang dimaksud Effendi terwujud dalam sejumlah kasus. Salah satunya, kesan tentang edukasi vokasi dapat menyediakan lapangan kegiatan yang instan.

“Makanya tidak sedikit anak-anak anda yang lari ke edukasi vokasi dan melulu mengincar kegiatan yang sifatnya mendapat UMR. Kenapa tidak kemampiannya dinaikkan ke tingkat manajer,” kata Effendi.

Usulan Effendi guna mengaudit pemakaian perkiraan pendidikan disetujui Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Didi Suprijadi.

Didi menuliskan dirinya tak jarang mendatangi guru yang tidak berkompeten dipaksa guna mengajar. Didi pun mengeluhkan rendahnya kesejahteraan semua guru.

“Betul kata perwakilan DPR tadi, Kemendikbud mesti diaudit. Berapa persen dari perkiraan pendidikan jatuh ke guru, berapa persen yang jatuh ke murid. Kami minta tersebut dibuka,” kata Didi.

Baca Selengkapnya: bahasainggris.co.id/