Revitalisasi SMK Tingkatkan Mutu Pendidikan

Revitalisasi SMK Tingkatkan Mutu Pendidikan

 

Revitalisasi SMK Tingkatkan Mutu Pendidikan`

 

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan

yang disusul dengan nota kesepahaman antarkementerian terkait, dikeluarkan karena melihat bangsa Indonesia menghadapi tantangan global akibat Revolusi Industri 4.0 di Abad XXI. Revitalisasi SMK diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK dengan dua orientasi baru.

Dua orientasi tersebut diantaranya pertama

mengantisipasi datangnya gelombang Revolusi Industri 4.0 dengan segala teknologi desruptif. Pilar pertama ini akan memperkokoh jalinan SMK dengan dunia usaha dan industri Abad XXI. Kedua, merupakan orientasi pengembangan keunggulan potensi wilayah, sebagai keunggulan nasional untuk menciptakan daya saing bangsa. Dengan pilar kedua ini akan mendongkrak keunggulan lokal menjadi keunggulan global.

Kepala Subdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan SMK

Arie Wibowo Kurniawan menjelaskan pada Tahun Anggaran 2018, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tahap satu merintis 219 SMK revitalisai dan sasaran pada tahap 2 adalah 350 SMK revitalisasi, dari sekitar 14.000 SMK se-Indonesia. SMK tersebut memiliki bidang keahlian yang sesuai prioritas pembangunan nasional.

Kepala SMKN 3 Bandung

Euis Purnama mengatakan Kemdikbud telah memberikan SK kepada beberapa SMK, salah satunya adalah SMKN 3 Bandung. Perfokus pada pencapaian pengembangan SMK yang menghasilkan lulusan yang kompeten dan untuk mendukung kearah peningkatan kualitas sekolah. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

“Revitalisasi ini meningkatkan kemampuan anak-anak bisa bersaing dengan dunia luar. Bukan hanya dari keterampilannya saja, tetapi terdapat lima areal revitalisasi,” ujar Euis saat ditemui di SMKN 3 Bandung, Jalan Solontongan, Kota Bandung, Senin, 5 November 2018.

Euis menjelaskan lima areal tersebut diantaranya, pertama adalah kurikulum sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan SMK di dunia kerja. Kedua adalah guru dengan tenaga kependidikan. Ketiga adalah kerjasama dengan dunia usaha dan dunia indutri (DUDI), apakah banyak MOU yang terjalin sampai ke pada penerimaan pegawai dari siswa SMK. Keempat adalah bagaimana peningkatan sarana prasarana dan kelembagaan. Kelima adalah uji sertifikasi pofesi, yang telah dilakukan SMKN 3 Bandung dengan melaksanakan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

“Revitalisasi ini adalah salah satu bantuan pengembangan sekolah berbasis industri dan keuunggulan wilayah. Di SMKN 3 Bandung terpilih jurusan bisnis daring dan pemasaran karena link dengan industrinya sudah jelas. Kita punya kelas industri alfa dan berbicara dengan  trend bisnis daring itu ada pada di jurusan pemasaran,” ujar Euis.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/