Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme

Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme

Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme
Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme

Sifat yang negative terhadap sesuatu, disebut prasangka.

Walaupun kita garis bawahi bahwa prasangka dapat juga dalam pengertian positif. Sikap berprasangka jelas tidak adil, sebab sikap yang diambil hanya berdasarkan pada pengalaman atau apa yang didengar. Lebih-lebih lagi bila berprasangka itu muncul dari jalan fikiran sepintas, untuk kemudian disimpulkan dan dibuat pukul rata sebagai sifat dari seluruh anggota sosial tertentu.

 

Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi yaitu :

• Berlatar belakang sejarah
• Dilatarbelakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
• Bersumber dari faktor kepribadian
• Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
Adapun daya dan upaya untuk mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi :
• Perbaikan kondisi sosial ekonomi
• Perluasan kesempatan belajar
• Sikap terbuka dan sikap lapang

Etnosentrisme adalah

suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan sebagainya. Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal, dan sikap yang biasanya dilakuka secara tidak sadar. Sikap etnosenstrismedalam tingkah laku berkomunikasi Nampak canggung, tidak luwes.

 

Akibatnya etnosentrisme penampilan yang etnosentrik

dapat menjadi penyebab utama kesalah pahaman dalam berkomunikasi. Etnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar ideology Chauvinisme yang pernah dianut oleh orang-orang Jerman pada zaman Nazi Hitler. Mereka merasa dirinya superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain, dan memandand bangsa-bangsa lain sebagai inferior, lebih rendah, nista dsb.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/