Pemkot Bandung Lalai Lindungi Bangunan Bersejarah

Pemkot Bandung Lalai Lindungi Bangunan Bersejarah

Pemkot Bandung Lalai Lindungi Bangunan Bersejarah
Pemkot Bandung Lalai Lindungi Bangunan Bersejarah

BANDUNG- Pemerintah Kota Bandung dinilai melakukan kelalaian

dengan mengabaikan bangunan-bangunan tua yang ada, menyusul pembongkaran bangunan SMAK Dago. Demikian dikemukakan Pakar Hukum Univeristas Katolik Parahyangan Asep Warlan Yusuf.
“Pemkot Bandung lebih menilai bahwa bangunan tersebut memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dari pada nilai budaya dan nilai sejarah yang di miliki,” ujarnya.

Padahal menurt Asep, sesuai aturan Pemkot Bandung memiliki kewajiban

untuk melindungi bangunan-bangunan yang ada, sehingga pemerintah dapat dikenai sanksi hukum terhadap kelalaiannya ini.
“Masyarakat bisa menggugat Pemkot Bandung terkait penghancuran beberapa bangunan bersejarah di Bandung,” ujarnya.
Menurut Asep,  Walikota Bandung harus bertanggung jawab atas penghancuran bangunan SMAK Dago (Lycieum), karena telah memberikan izin penghancuran, padahal telah ada payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) No 19 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Bersejarah.

“Dengan izin yang ada, siapapun bebas menghancurkan dan meratakan bangunan bersejarah.

Ini berarti Pemkot Bandung telah membiarkan dan pelalaian terhadap heritage di Bandung,” tuturnya.