Siswa Mampu Ngaku Miskin, Dinas Pendidikan: Langsung Diskualifikasi

Siswa Mampu Ngaku Miskin, Dinas Pendidikan: Langsung Diskualifikasi

Siswa Mampu Ngaku Miskin, Dinas Pendidikan Langsung Diskualifikasi
Siswa Mampu Ngaku Miskin, Dinas Pendidikan Langsung Diskualifikasi

Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah

, Gatot Bambang Hastowo menyatakan tak segan memberi sanksi kepada siswa yang mendaftar sekolah dengan mengaku miskin, tapi nyatanya masuk golongan orang mampu. Mereka yang terbukti berbuat curang akan langsung didiskualifikasi.

“Saat mendaftar membawa SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), akan diverifikasi dan menanda tangani pernyataan fakta integritas benar-benar miskin. Kalau seandainya tidak benar maka sanksinya kita kembalikan ke orang tua,” ujarnya di kompleks kantor gubernuran, Rabu (4/7).

Ia juga berujar bahwa nantinya dari pihak Dinas juga akan menurunkan tim tersendiri. Manakala diperlukan investigasi mendalam terkait pengguna SKTM tersebut.

Pernyataan Gatot mengacu kepada Penerimaan Peserta Didik Baru

(PPDB) SMAN/SMKN di Jawa Tengah yang telah menjadi kewenangan pemprov setempat. Dimana selain sistem zonasi, diberlakukan pula kuota minimal 20 persen di masing-masing sekolah untuk dapat menerima siswa tidak mampu secara prioritas.

“Kuota siswa miskin minimal 20 persen dengan tidak ada batasan maksimal. Jadi bisa saja nanti, satu sekolah itu kuota siswa miskinnya bisa 35 persen. Nah ini pemerintah hadir dalam rangka mengangkat atau mengurangi angka kemiskinan melalui pendidikan,” jelasnya.

Oleh karenanya, Gatot turut mengimbau seluruh pejabat daerah

yang berkewenangan mengeluarkan SKTM benar-benar bekerja dengan cermat dan jujur. Dalam hal ini diperlukan kinerja yang sesuai untuk memastikan status dari pemohon SKTM itu tadi.

“Saya minta semua pejabat yang bersangkutan dari RT, RW, Kades, Camat bekerja dengan baik yaitu benar-benar menerangan miskin,” sambungnya.

Pasalnya, ia tak ingin kasus serupa macam tahun lalu terulang kembali. Dimana selama masa pendaftaran didapati ada sebanyak 168 siswa dari keluarga golongan mampu yang malah menggunakan SKTM agar melicinkan jalan mereka diterima di sekolah negeri.

“Ada yang tidak kita umumkan dan tidak kami masukan dalam daftar siswa yang diterima. Padahal tidak menggunakan SKTM mereka ini bisa diterima,” tandasnya.

 

Sumber :

https://dogetek.co/sastra/