Terlalu Pintar

Terlalu Pintar

Terlalu Pintar
Terlalu Pintar

 

Anto yang baru masuk sekolah

protes kepada ibu gurunya di hari pertama bersekolah.
“Bu.,., saya seharusnya duduk di kelas 3, bukan di kelas 1”
Dengan heran ibu guru bertanya, “Memangnya kenapa bisa begitu?”
Dengan mantap Anto menjawab ”Karena saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang kelas 3 SD”
Setelah beredebat cukup panjang, akhirnya ibu guru membawa Anto menghadap KepSek di ruangannya. Setelah mendengar penjelasan dari ibu guru tersebut, pak KepSek pun mencoba untuk menguji Anto dengan berbagai  pertanyaan menyangkut materi pelajaran kelas 3 SD.

Setelah mengajukan beberapa pertanyaan yang berhasil dijawab

Anto dengan baik, pak Kepsek berkata kepada ibu guru, “Kelihatannya si Anto ini memang cerdas, saya rasa ia bisa langsung ke kelas 3.”
Tapi sang ibu guru masih belum yakin untuk menempatkan Anto di kelas 3, ia pun lalu menguji Anto kembali dengan beberapa pertanyaan. “Anto coba kamu jawab pertanyaan ibu! Benda apa yang huruf pertama adalah (K) dan huruf terakhirnya (L), benda itu bisa menegang, dan bisa lemas.?”
(Pak Kepsek yang mendengar pertanyaan ibu guru itu kaget, tapi ia hanya diam tanpa menangapainya).

“Ketapel bu Guru” jawab Anto.

“OK, sekarang apakah yang huruf pertamanya (M) dan huruf terakhir (K), di tengah benda itu ada kacang nya?”
(Pak kepsek makin kaget mendengar pertanyaan itu, sampai-sampai butiran keringat mengucur dari jidatnya).
Dengan santai Anto menjawab “Wah itu gampang sekali bu, pasti jawabannya Martabak kan?”
“Betul…! Berikutnya, kegiatan apa kah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan yang berulang-ulang, huruf pertamanya (M), huruf terakhirnya (I)?”
(Pak kepsek makin salah tingkah mendenger pertanyaan bu guru itu).
“Menggosok Gigi” jawab Anto lagi.
“Baik ini petanyaan yang terakhir” Ucap bu guru. “Kegiatan apa, yang biasanya dilakukan pria dan wanita pada saat berpacaran dimalam hari? Huruf pertamanya (N), huruf terakhir (T).”
(Seperti terkena setrum, pak KepSek yang mendengar pertanyaan itu nyaris pingsan karena sangking kagetnya).
Dengan wajah santai dan sedikit tersenyum karena merasa itu adalah ujian terakhir, Anto menjawab. “Nonton Midnight.”
Belum sempat ibu guru menaggapi jawaban Anto, pak KepSek langsung memotong. “Ibu guru, Anto kita masukan ke universitas saja.
“Kenapa begitu pak?” tanya ibu Guru sedikit bingung.
“Saya yang lulusan S-3 saja dari tadi salah melulu menjawab pertanyaan ibu untuk Anto itu. Berarti dia memang sangat pandai” Jawab pak KepSek sambil geleng-geleng.

Baca Juga :