Aplikasi Psikologi Humanistik pada Pendidikan

Aplikasi Psikologi Humanistik pada Pendidikan

Aplikasi Psikologi Humanistik pada Pendidikan
Guru-guru condong berpendapat bahwa pendidikan adalah pewaris kebudayaan, pertanggung jawab sosial, dan bahan pengajaran yang khusus. Mereka percaya bahwa persoalan ini tidak sanggup diserahkan begitu saja kepada siswa. Pada model ini, guru beri tambahan tekanan akan perlunya suatu rencana pelajaran yang udah disiapkan bersama dengan baik, materi yang tersusun bersama dengan logis, dan tujuan intruksional. yang tertentu, dan mereka mempunyai kecenderungan untuk mendapatkan jawaban yang benar. Guru suka pada suatu pendekatan sistematik yang menggunakan pengetahuan hasil penelitian pada kondisi-kondisi studi yang diperlukan bagi siswa untuk mencapai hasil yang udah ditentukan.

Impact awal pandangan ini ialah tumbuhnya apa yang disebut bersama dengan programmed instruction (Walter Dick & Lou Curey, 1979: 3). Pendekatan humanistik diikhtisarkan sebagai berikut;
Siswa akan maju menurut iramanya sendiri bersama dengan suatu perangkat materi yang udah ditentukan lebih dulu untuk mencapai suatu perangkat tujuan yang udah ditentukan pula dan para siswa bebas memilih cara mereka sendiri di dalam mencapai tujuan mereka sendiri.
Pendidikan aliran humanistik mempunyai perhatian yang murni di dalam pengembangan anak-anak perbedaan-perbedaan individual.
Ada perhatian yang kuat pada perkembangan khusus dan perkembangan siswa secara individual. Tekanan pada perkembangan secara individual dan hubungan-hubungan manusia ini adalah suatu bisnis untuk mengimbangi keadaan-keadaan baru yang tetap meningkat yang dijumpai oleh siswa, baik di di dalam penduduk bahkan barangkali terhitung di rumah mereka sendiri (Walter Dick & Lou Curey, 1978: 2).
Selanjutnya Gagne & Briggs menyebutkan bahwa pendekatan humanistik adalah pengembangan nilai-nilai dan sikap khusus yang diharapkan secara sosial dan pemerolehan pengetahuan yang luas tentang sejarah, sastra dan pengolahan siasat berpikir produktif.

Pendekatan sistem atau alternatif lain barangkali saja direncanakan supaya para siswa sanggup memilih suatu rencana pelajaran supaya mereka sanggup mencurahkan waktu mereka bagi beraneka ragam tujuan studi atau sejumlah pelajaran yang akan dipelajari atau jenis-jenis pemecahan persoalan dan aktivitas-aktivitas kreatif yang akan dilakukan. Pembatasan praktis di dalam pemilihan hal-hal itu barangkali ditentukan oleh keterbatasan bahan-bahan pelajaran dan keadaan, tetapi di dalam pendekatan sistem itu sendiri tidak tersedia yang membatasi keanekaragaman perencanaan pendidikan ini (Robert M. Gagne & Leslie Y. Briggs, 1978: 212). ciri-ciri makhluk hidup

Demikianlah ulasan tentang Aplikasi Psikologi Humanistik pada Pendidikan, yang pada kesempatan kali ini sanggup dibahas bersama dengan lancar. Untuk kurang lebihnya mohon maaf dan hingga jumpa.

Baca Juga :