Guru yang Sejati

Table of Contents

Guru yang Sejati

Guru yang Sejati
Mengajar yang baik bukan hanya kasus teknik-teknik dan metodologi belajar saja. Perlu diketahui untuk melindungi disiplin kelas, guru kerap bertindak otoriter, menghindari siswa, bersikap dingin itu menyembunyikan rasa cemas jikalau diakui lemah. Nasihat yang kerap diberikan seumpama supaya guru bertindak keras pada saat permulaan.

Ada sebagian mitos pengajaran yang udah berlaku sebagian generasi;
Guru kudu bersikap tenang, tak berlebih-lebihan dan dingin dalam menghadapi tiap tiap situasi. Tidak boleh kehilangan akal, marah sekali ataupun perlihatkan keceriaan yang berlebih-lebihan. Dia kudu netral pada segala masalah, dan tidak perlihatkan pendapat pribadinya.
Guru kudu memperlakukan siswa-siswanya secara sama. Ia tidak memperdulikan watak-watak individual siswa.
Guru kudu dapat menyukai siswa-siswanya secara adil. Ia tidak boleh membenci dan memarahi siswa-siswanya.
Guru kudu dapat menjawab semua pertanyaan yang disampaikan oleh siswa-siswanya.
Guru dibutuhkan oleh siswa-siswanya, dikarenakan siswa-siswanya belum dapat bekerja sendiri dan bertanggung jawab atas kegiatan belajar mereka sendiri di kelas.
Guru kudu menyembunyikan perasaannya, walaupun terluka hatinya, ia kudu tidak menunjukkannya, khususnya dihadapan siswa-siswanya yang tetap muda.
Hal ini menimbulkan pengertian keliru berkenaan guru, supaya guru menghindarikan keadaan ini bersama dengan tidak senang mengakui kesalahannya atau ketidaktahuannya.

Sesungguhnya guru adalah makhluk biasa, guru sejatinya bukanlah makhluk yang berbeda bersama dengan siswa-siswanya. Ia bukan makhluk yang serba hebat. Ia kudu dapat berpartisipasi di dalam semua kegiatan yang ditunaikan oleh siswa-siswanya dan yang dapat mengembangkan rasa persahabatan secara khusus bersama dengan siswa-siswanya dan tidak jadi kudu kehilangan kehormatan karenanya. Rasa was-was, cemas dalam keadaan spesifik adalah perihal yang wajar. teks eksplanasi

Demikianlah ulasan berkenaan Guru yang Sejati, yang pada kesempatan kali ini dapat dibahas bersama dengan lancar. Untuk tidak cukup lebihnya mohon maaf dan hingga jumpa.

baca juga :