Maha Melihat

Table of Contents

Maha Melihat

Konon, semasa muda, Hasan Al-Basri adalah pemuda yang tampan dan kaya. Sayangnya ia puas menghambur-hamburkan waktunya untuk berfoya-foya. Suatu hari ia menyaksikan kain sutra hijau yang terlalu indah. Ia pun tertarik untuk membelinya sebagai hadiah bagi seorang gadis idamannya.

Kemudian dihampirinya pelayan toko kain berikut dan bertanya, “Saya inginkan belanja kain sutra hijau itu. Berapa harganya?”

Tak disangka, pelayan berikut menjawab, “Saya tidak berani menjualnya!”

Tentu saja jawaban pelayan itu mengakibatkan Hasan Al-Basri keheranan, lalu ia berkata, “Jika kau tak inginkan menjualnya, lantas untuk apa kaupajang kain itu?”

“Saya bukan pemilik toko ini. Saya cuma seorang pelayan yang dipercaya majikan untuk melindungi dagangannya,” paham pelayan tersebut.

Sambil bersungut, Hasan Al-Basri menanyakan kembali, “Kapan majikanmu datang?”

Pelayan itu menjawab, “Saya tidak tahu. Mungkin petang nanti. Ada bagian keluarga yang sakit.”

“Sudahlah, menjual saja sepotong. Toh, majikanmu tidak akan paham gara-gara masih bersisa banyak,” bujuknya lagi.

Pelayan itu menghela nafas panjang. Ia menimpali, “Memang majikan aku tidak akan tahu. Tapi, bagaimana bersama dengan Penguasa majikan saya? Apakah tuan menanggung Dia tidak akan tahu?”

Sambil tersenyum sinis, Hasan Al-Basri menantang, “Memangnya siapa penguasa majikanmu?”

“Allah ‘Azza wa Jalla” tandas pelayan itu.

Sumber : tokoh.co.id

Baca Juga :