Trinseo Indonesia Hadirkan Kelas Seni Dari Bahan Daur Ulang Styrofoam

Trinseo Indonesia Hadirkan Kelas Seni Dari Bahan Daur Ulang Styrofoam

Trinseo Indonesia Hadirkan Kelas Seni Dari Bahan Daur Ulang Styrofoam
Trinseo Indonesia Hadirkan Kelas Seni Dari Bahan Daur Ulang Styrofoam

Denpasar – PT Trinseo Materials Indonesia, perusahaan material dan produsen plastik, lateks dan karet

, hari ini mengunjungi sekolah SD Saraswati 3, Denpasar, Bali guna memberikan sebuah kelas seni kreatif kepada anak-anak dari bahan daur-ulang Styrofoam. Bersama dengan Surani, seorang seniman daur ulang Styrofoam dari Jakarta, Trinseo mengajarkan anak-anak untuk dapat memanfaatkan kemasan makanan berbahan polistirena bekas ini menjadi barang yang bermakna seperti lukisan dan patung maskot Asian Games 2018.

Hanggara Sukandar, Presiden Direktur PT Trinseo Materials Indonesia dalam sambutannya

mengatakan acara ini merupakan salah satu wujud komitmen Trinseo dalam menjaga lingkungan baik lokal maupun global. “Trinseo menyadari bahwa sebagai bagian dari masyarakat lokal dan international, kami harus melakukan sesuatu yang dapat mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah untuk kebaikan lingkungan. Kemajuan teknologi membuat kita sebagai manusia harus dapat mencari cara mengatasi sampah, yang tidak hanya membiarkannya diselesaikan oleh alam. Mendaur-ulang adalah salah satu caranya. Karena itu kami hadir disini, untuk mengajarkan generasi muda kita pentingnya mendaurulang sampah menjadi suatu barang yang bermakna.”

Sejak 2010, Trinseo dengan bangga telah menjadi anggota dari program American Chemistry Council’s Responsible Care

®, sebuah inisiatif sukarela dari industri kimia di seluruh dunia yang dirancang untuk meningkatkan kinerja Kesehatan dan Keselamatan Lingkungan untuk sarana, proses, dan produk. “Trinseo telah berkomitmen untuk membuat program penatagunaan lingkungan, Operation Clean Sweep®, program internasional yang difokuskan untuk mencegah kehilangan pelet plastik dengan tujuan menjaga agar butiran plastik keluar dari wilayah perairan, termasuk samudera, laut, dan sungai.” tambah Hanggara.

Surani, yang khusus terbang dari Jakarta untuk acara hari ini mengatakan bahwa Ia sangat mendukung acara-acara seperti ini, dimana anak-anak diajarkan untuk dapat sekreatif mungkin memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar mereka. Pria berusia 51 tahun ini mengaku telah menggeluti bidang ini sejak tahun 1987. “Selama 31 tahun lebih saya menekuni bidang ini. Saya tidak langsung berhasil dalam mendaur ulang sampah untuk menjadi barang bernilai. Sebelumnya saya pernah mencoba membuat beton dari bahan daur ulang Styrofoam, namun minimnya pengetahuan masyarakat tentang kelebihan Styrofoam ini, membuatnya jadi kurang diminati. Saya harapkan kedepannya semakin banyak anak-anak yang mau berkreasi lebih lagi dengan limbah Styrofoam ini.” katanya.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/12