Wujud Kebudayaan

Table of Contents

Wujud Kebudayaan

Wujud Kebudayaan
Wujud Kebudayaan

Terdiri dari 3 wujud kebudayaan yang meliputi:

– Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan lainnya. Wujud ini merupakan wujud ideal dari kebudayaan. Tempatnya ada di dalam kepala atau pikiran, atau bisa juga tertuang dalam tulisan-tulisan, atau istilah lain yg lebih tepat adalah adat istiadat.

–  Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas dan tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat atau disebut juga dengan sistem sosial yakni tindakan berpola manusia itu sendiri. Sebagai rangkain aktivitas manusia, sistem sosial atau wujud kebudayaan ini bersifat konkret dan nyata, terjadi setiap saat di sekitar kita, dapat diobservasi dan dapat didokumentasikan.

– Sebagai benda-benda hasil karya manusia yang sering disebut juga dengan kebudayaan fisik. Oleh karena sifatnya benda fisik, wujud ini sangat konkret, dapat diraba, dilihat dan difoto. Misalnya komputer, bangunan, dan pakaian.

7)Orientasi Nilai Budaya

1.  Hakekat Hidup

– hidup itu buruk.

– hidup itu baik.

– hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikhtiar   agar

hidup bisa menjadi baik

– Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.

2. Hakekat Karya

– Karya itu untuk menafkahi hidup.

– Karya itu untuk kehormatan

3. Persepsi Manusia Tentang Waktu

– berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untukhari ini dan esok. Tetapi  orientasi ini bagus karena seseorang yangberorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untukhari-harinya.

– Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untukmenjadi sebuah evaluasi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan danyang tidak dilakukan.

– Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih majudibandingkan yang lainnya, pikirannya terbentang jauh ke depan danmempunyai pemikiran yang lebih matang mengenai langlah-langkah yangharus dilakukannya.

4. Pandangan Manusia Terhadap Alam

– Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat.

– Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.

– Manusia berhasrat menguasai alam.

5.Hakekat hubungan manusia

– Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya,berjiwa gotong royong.

– Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yangmempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.

– Individualisme, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri

Sumber : https://synthesisters.com/