Scopus Seharusnya Tidak Jadi Acuan Satu-satunya

Scopus Seharusnya Tidak Jadi Acuan Satu-satunya

Scopus Seharusnya Tidak Jadi Acuan Satu-satunya
Scopus Seharusnya Tidak Jadi Acuan Satu-satunya

Scopus seharusnya tidak menjadi satu-satunya pengindeks

jurnal ilmiah yang menjadi acuan.

Ketua Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) Nachrowi mengatakan, Scopus saat ini merupakan pengindeks karya ilmiah dengan data base terkuat.

Itu sebabnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ketika itu menggunakan Scopus sebagai acuan.

Baca Juga: Komisi X: Kewajiban Publikasi di Jurnal Ilmiah

Terindeks Scopus Harus Dihentikan

Menurut Nachrowi, selain Scopus juga ada beberapa pengindeks jurnal internasional yang juga bereputasi baik. Ia mencontohkan Web of Science serta Thomson Reuters.

Ie berpendapat, sebaiknya tidak hanya Scopus

yang dipakai acuan, pengindeks jurnal ilmiah lainnya pun sebaiknya bisa digunakan. “Dia dan lainnya, Scopus dan lainnya,” ujarnya.

Ia membenarkan bahwa peneliti di perguruan tinggi diminta untuk memenuhi persyaratan untuk bisa naik pangkat. Salah satunya, karya ilmiah yang terpublikasi di jurnal internasional.

Namun demikian, Nachrowi berpendapat, penelitian tak hanya berhenti di publikasi ilmiah.

 

Baca Juga :