PErbedaan Unix Dengan Linux

Table of Contents

PErbedaan Unix Dengan Linux

PErbedaan Unix Dengan Linux
PErbedaan Unix Dengan Linux

Penggunaan satu komputer oleh banyak pengguna, sering ditemui pada warnet. Untuk masuk ke komputer biasanya hanya menggunakan satu akun nama pengguna. Pengguna yang memiliki kepribadian yang berbeda, tentu memiliki keinginan dan dan maksud yang berbeda. Bagi satu orang, perubahan tampilan desktop mungkin menyenangkannya (karena bosan dengan tampilan yang hanya “itu-itu saja”). Tapi ketika akun itu digunakan oleh orang lain, mungkin malah akan membingungkannya.

Dengan metode “pengembalian ke keadaan semula”, maka akan didapat dua keuntungan yaitu dari sisi pelanggan, dan dari sisi admin:

* Keadaan default sudah ditentukan oleh admin. Seorang pelanggan masih dapat dengan mudah mengubah tampilan dan perilaku komputer sesuai keinginan.
* Setelah pelanggan keluar, maka keadaan komputer untuk nama akun tersebut akan dikembalikan ke keadaan semula, secara otomatis. Anda termasuk kategori “admin yang malas”?

Untuk menentukan keadaan default, maka catat terlebih dahulu keberadaan berkas-berkas konfigurasi di home akun untuk para pelanggan. Pada Linux (dan juga Unix), terdapat kesepakatan penamaan untuk berkas-berkas/direktori-direktori konfigurasi. Jika berkas-berkas/direktori-direktori konfigurasi tersebut ditujukan bagi akun pengguna, maka diberikan tanda “.” (titik) didepan namanya (misalkan .kde/, .mozilla/, .gnome2, .emacs dan lain-lain). Atau berkas-berkas/direktori-direktori konfigurasi diakhiri dengan huruf rc (misalkan .kderc, .vimrc dan lain-lain). Simpan berkas-berkas konfigurasi ini “ditempat yang aman”.

Penentuan keadaan awal ini dapat dilakukan pada satu komputer“percobaan”. Jika dirasakan telah memuaskan, maka berkas-berkas/direktori-direktori ini bisa disebarkan ke komputerkomputer yang lain.

Sebenarnya, untuk membuat beberapa komputer memiliki konfigurasi yang sama, dapat dilakukan dengan dua cara:

* Cara pertama, cara yang dibahas pada tulisan ini, dengan membuat konfigurasi acuan yang kemudian disebarkan ke komputer lain. Cara ini efektif dilakukan untuk berkas-berkas konfigurasi per akun pengguna. Selain itu, pembuatan berkas acuan konfigurasi bisa dilakukan setiap kali diinginkan.
* Cara kedua adalah dengan membuat kloning antar komputer. Dengan cara ini, maka perangkat lunak serta konfigurasi antar komputer adalah sama. Syarat pembuatan kloning ini adalah bahwa komputer slave (komputer yang menerima image dari komputer acuan, komputer master) memiliki partisi yang sama atau lebih besar daripada komputer master. Setelah pengloningan selesai, maka hanya perlu melakukan sedikit perubahan, misalkan mengedit IP dan hostname. Bila pada komputer slave, partisi hasil kloning ternyata lebih kecil daripada besar partisi sebenarnya, maka ukurannya dapat disinkronkan ke keadaan semula. Misal, dengan sistem berkas reiserfs4, perintah resize_reiserfs dapat melakukan hal ini. Cara kloning antar komputer ini efektif dilakukan diawal pemasangan sistem.

Apakah menggunakan cara pertama atau cara kedua, sebenarnya penyebaran berkas/direktori konfigurasi Linux bisa dengan mudah dilakukan. Karena berkas-berkas konfigurasi hanyalah sebuah berkas teks biasa yang dapat diedit dengan menggunakan editor biasa. Namun adanya perubahan versi perangkat lunak tidak menjamin bahwa aturan pada konfigurasi adalah sama dengan konfigurasi sebelumnya.

Untuk mengembalikan konfigurasi keadaan sebelumnya, setelah seorang pelanggan selesai, dapat menggunakan beberapa kebijakan:

Komputer tidak di-restart. Hanya dengan mematikan desktop manager (misalkan KDM, GDM atau XDM). Kemudian hapus konfigurasi lama dan kemudian mengembalikan salinan dari konfigurasi backup. Dan kemudian menyalakan kembali desktop manager-nya. Bila menggunakan cara ini, maka terdapat kemungkinan bahwa proses yang menggunakan background (misal dengan menggunakan program screen), masih tetap berjalan. Juga, prosesyang dijalankan di terminal console (bukan terminal emulator di X), jika penggunaanya diijinkan, juga masih berjalan.
* Me-restart komputer. Di awal penyalaan komputer dapat dilakukan proses hapus konfigurasi lama milik akun pengguna dan salin konfigurasi dari berkas backup.

Untuk memudahkan proses hapus/salin, maka dapat dituliskan dalam suatu skrip. Berikut contoh bila menggunakan Python:

#!/usr/bin/python
# Nama berkas: /root/bin/manajemen-desktop-klien.py

import os

print “sedang melakukan pengaturan desktop untuk klien … ”

KONF = [“.acrorc”,”.adobe”,”.bash_profile”,”.bashrc”,”.dmrc”,”Desktop”,\
“.gaim”,”.kbfx”,”.kde”,”.kde3″,”.kderc”,”.local”,”.mozilla”,\
“.ntrc_2″,”.openoffice”,”.qt”,”.xchat2″,”.Xdefaults”,]
KONF_NULL = [“.bash_login”,”.Xauthority”,”.xinitrc”,”.Xresources”,\
“.xserverrc”,”.Xsession”]

asal = “/root/backup/desktop-klien/”
tujuan = “/home/pejuang/”
hapus = “rm -fR ”
salin = “cp -R ”
hak = “chown -R pejuang.pejuang ”

for data in KONF:
os.system(hapus + tujuan + data)
os.system(salin + asal + data + ” ” + tujuan)
os.system(hak + tujuan + data)

for data in KONF_NULL:
os.system(hapus + tujuan + data)

print “manajemen desktop bagi klien selesai”

Distro Linux yang digunakan untuk tulisan ini adalah Debian dan keturunannya. Desktop yang digunakan adalah KDE 3.4.2. Untuk distro dan desktop lain, mungkin ada sedikit perbedaan. Namun pada intinya adalah sama. Penjelasan program:

* KONF. Daftar berkas/direktori konfigurasi dari perangkat lunak yang digunakan. Berkas/direktori konfigurasi ini bisa disebarkan ke komputerkomputer yang lain. Daftar pada KONF_NULL diperuntukkan untuk dihapus dan kemudian diganti dengan daftar berkas/direktori dari backup.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/