Egoism

Table of Contents

Egoism

Egoism
Egoism

Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau mencintai diri sendiri, dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain.

Fokus teori = “One should always act in one’s own best interest

Self-interest berbeda dengan selfishness. Memenuhi kepentingan pribadi (self-interest) merupakan sesuatu yang baik. Cenderung menghasilkan “selfishness”, ketika pemenuhan kepentingan pribadi merugikan pihak lain. Sedangkan Selfishness menurut Anis Chariri dalam Etika Bisnis dan Profesi 12 adalah:

  • “always do that which is in your own interest
  • Selfish behaviour = unethical behavior

Egoism tidak cocok dengan kegiatan manusia sebagai makhluk social. Egoism tidak mampu memecahkan masalah ketika perselisihan muncul. Terdapat “anomali aneh” dalam egoism (tidak dapat dipublikasikan, diajarkan, dibicarakan dengan terbuka). Didasarkan pada “distorted egocentric view of Anis Chariri Etika Bisnis dan Profesi 13 p g f the universe”

  • “Keakuan” dipandang sebagai pusat perhatian
  • Problem = dunia dihuni oleh berbagi individu, tidak sekedar “aku”

Sumber : https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/seva-mobil-bekas/