Pasar drone diprediksi tembus angka 474,6 triliun rupiah

Pasar drone diprediksi tembus angka 474,6 triliun rupiah

Pasar drone diprediksi tembus angka 474,6 triliun rupiah

Pasar perangkat nirawak (drone) pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 33,9 miliar dolar AS (sekitar Rp474,6 triliun) berkat ekspansi pemanfaatan perangkat tersebut dalam menunjang sektor industri dan transportasi di “langit digital.”

“Langit digital akan segera terwujud, yang akan dipicu dengan pengembangan industri drone yang begitu pesat serta penerapan teknologi berbasis 5G,” tulis laporan yang dirilis dalam perhelatan Huawei Global Analyst Summit 2018 tersebut.

Industri drone pada 2016 bernilai 5,3 miliar dolar AS

(74,2 triliun rupiah), yang mencakup perangkat, piranti lunak, layanan, serta aplikasi. Namun, hal tersebut baru merupakan langkah awal dalam mewujudkan “langit digital” di masa depan.

“Saat ini jangkauan menara pemancar sinyal (BTS) untuk wilayah udara dengan ketinggian rendah (di bawah 1.000 meter) dan menengah (3.000-5.000 meter) masih dibatasi oleh sejumlah aturan, sehingga tingkat pemanfaatannya tergolong rendah,” tulis laporan itu.

Huawei Wireless X Labs Digital Sky sedang mengupayakan untuk memperluas cakupan jaringan di wilayah udara berketinggian rendah.

Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan uji coba yang kondusif bagi inovasi

untuk penggunaan drone, bahkan memungkinkan system pengantaran
paket dengan drone atau taksi terbang untuk mengangkut penumpang.

“Kendaraan otonom akan berfungsi sebagai infrastruktur yang mendukung model bisnis taksi terbang itu. Mereka tidak perlu runway dan bisa lepas landas secara vertikal layaknya helikopter. Hal tersebut juga akan mengatasi masalah mobilitas yang dihadapi manula dan penyandang disabilitas,” tulisnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan wilayah udara untuk transportasi tersebut

akan menyisakan ruang yang lebih hijau di daratan. Jalanan yang tadinya dipadati kendaraan bermotor bisa kembali digunakanuntuk lahan hijau atau ruang untuk komunitas.

 

Baca Juga :