Kata Penghubung dengan

Kata Penghubung dengan

Kata Penghubung dengan

Kata penghubung ini fungsinya untuk menyatakan “gabungan biasa”, dapat pula digunakan diantara dua buah kata benda.
Contoh:
– Ibu dengan ayah pergi ke Bogor
– Dia dengan anaknya sudah datang

3. Kata Penghubung serta

Kata enghubung serta dengan fungsinya untuk menyatakan “gabungan biasa” digunakan di antara dua buah kata benda.
Contoh:
– Kakak serta nenek akan datang minggu depan
– Uangmu serta uangku sebaiknya kita satukan saja untuk modal usaha.

Catatan:
Kata penghubung dengan, serta, sebaiknya diganti/digunakan kata penghubung dan.
4. Kata Penghubung atau
Kata penghubung atau dengan fungsi untuk menyatakan “memilih” dapat digunakan di antara bagian berikut.
a. Dua buah kata benda atau frase benda
Contoh:
– Nama orang itu Adi atau Andi?
– Sarjana teknik atau sarjana sastra sama pentingnya dalam pembangunan.

b. Dua buah kata kerja
Contoh:
– Jangan menegur atau mengajak bicara anak-anak nakal itu.
– Dalam peperangan seperti itu tidak ada pikiran lain, membunuh atau dibunuh.

c. Dua buah kata sifat yang berlawanan maknanya.
Contoh:
– Kaya atau miskin dihadapan tuhan tidak ada bedanya
– Mahal atau murah akan kubeli rumah itu

d. Kata kerja atau kata sifat dengan ingkarannya
Contoh:
– Kamu mau datang atau tidak, itu adalah urusanmu
– Jujur atau tidak jujur orang-orang itu saja tidak tahu.

e. Dua buah klausa dalam sebuah kalimat majemuk setara
Contoh:
– Saya yang datang kerumahnya, atau kau yang datang kerumahku?
– Sebaiknya kita berangkat sekarang saja, atau kita tunggu dulu kedatangan beliau.

Catatan:
Kalau yang harus dipilih terdiri dari lebih dua unsur, maka kata penghubung atau ditempatkan diantara kedua unsur yang terakhir.
Contoh:
– Teh, kopi, atau air putih yang hendak kau minum.
– Nama anak itu Difa, Dika atau Dita?

5. Kata Penghubung tetapi
Kata hubung tetapi dengan fungsi untuk menyatakan “menggabungkan pertentangan” digunakan di antara bagian berikut.
a. Dua buah kata sifat yang berkontras di dalam sebuah kalimat.
Contoh:
– Anak itu cerdas tetapi malas
– Dia memang bodoh tetapi rajin

b. Dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada identitas yang sama sedangkan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berkontras.
Contoh:
– Rumah itu besar dan indah, tetapi halamannya sempit
– Anak itu memang bodoh, tetapi hatinya jujur

c. Dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada pada identitas yang tidak sama dengan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berlawanan.
Contoh:
– Ali sangat pandai tetapi Sudin sangat bodoh
– Di luar rumah sangat gelap sekali, tetapi di dalam terang benderang

d. Dua buah klausa yang klausa pertama berisi pertanyaan dan klausa kedua berisi pengingkaran dengan kata tidak.
Contoh:
– Kami ingin melanjutkan sekolah tetapi tidak ada biayanya
– Saya memang hadir di sana tetapi tidak melihat hal-hal yang mencurigakan


Baca juga: