Kata Penghubung

Kata PenghubungKata Penghubung

Kata penghubung adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa atau kalimat dengan kalimat. Umpamanya kata dan, karena, dan ketika. Dilihat dari fungsinya, berikut ini dua macam kata penghubung:

1. Kata penghubung yang kedudukannya sederajat atau setara terdiri dari beberapa hal berikut:

  1. Menggabungkan biasa; dan, dengan, serta.
  2. Menggabungkan memilih: atau
  3. Menggabungkan mempertentangkan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya
  4. Menggabungkan membetulkan: melainkan, hanya
  5. Menggabungkan menegaskan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan
  6. Menggabungkan membatasi: kecuali, hanya
  7. Menggabungkan mengurutkan: lalu, kemudian, selanjutnya
  8. Menggabungkan menyamakan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah
  9. Menggabungkan menyimpulkan: jadi, karena, itu, oleh sebab itu

2. Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibedakan sebagai berikut:

  1. Menyatakan sebab: sebab dan karena
  2. Menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apalagi, dan asal
  3. Menyatakan tujuan: agar dan supaya
  4. Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.
  5. Menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga
  6. Menyatakan sasaran: untuk dan guna
  7. Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana
  8. Menyatakan tempat: tempat

1. Kata Penghubung dan Kata penghubung ini untuk menyatakan “gabungan biasa” digunakan pada bagian berikut:
a. Diantara dua buah kata benda
Contoh:
Ibu dan ayah pergi ke Bogor
Ayah membeli rokok dan korek api

b. Di antara dua buah kata kerja
Contoh:
Mereka makan dan minum di kelas
Ibu mencuci dan menyetrika pakaian kami

c. Diantara dua buah kata sifat yang tidak bertentangan.
Contoh;
Anak itu rajin dan pandai
Pohon durian itu besar dan tinggi

 

Catatan:

1). Kalau keduanya kata sifat yang digabungkan dengan kata penghubung dan  itu sifatnya bertentangan, maka tidak mungkin menduduki fungsi predikat.

Jadi mungkin terdapat kalimat sebagai berikut;

– Anak itu rajin dan malas

– Pohon durian itu besar dan kecil

Tetapi kedua kata sifat ini banyak menduduki fungsi subjek. Umpamanya sebagai berikut:

– Kaya dan miskin di hadapan Tuhan sama saja

– Buruk dan baik perlu dipertimbangkan masak-masak

 

2) Jika yang dihubungkan lebih dari dua buah kata, maka  kata penghubung dan hanya digunakan diantara dua buah kata yang terakhir.

– Kami memerlukan kertas, lem, gunting, dan benang

– Dia dipukul, dibanting, dan ditendang oleh musuhnya

– Anaknya pandai, ramah, dan rajin

 

Di antara dua buah klausa (bagian kalimat) dalam sebuah kalimat majemuk/luas

Contoh;

Saya mau piano dan adik menggesek biola

Ali belajar bahasa Inggris dan kakaknya belajar bahasa Arab

 

Jikalau klausa-klausa yang digabungkan itu lebih tinggi dari 2 buah, maka kata penghubung dan hanya digunakn di antara dua buah klausa yang terakhir.

Contoh:

Gubernur menyumbang sepuluh juta rupiah, bupati menyumbang lima juta rupiah, dan para pengusaha menyumbang enam juta rupiah.


Sumber: https://gurupendidikan.org/