Pengertian Perusahaan Multinasional

Pengertian Perusahaan Multinasional

Pengertian Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global. (Wikipedia, 2013)

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang terlibat dalam penanaman modal asing secara langsung dan memiliki serta mengendalikan aktivitas aktivitas yang bernilai tambah di lebih dari suatu negara.  (Dunning, 1993)

Perusahaan multinasional adalah perusahaan dengan penanaman modal langsung atau yang memiliki pengendalian efektif terhadap usaha baik di bidang manufaktur maupun jasa. (Shenkar Dan Luo, 2004)

Perusahaan Multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.

Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai.

  1. Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
  2. Lingkup kegiatan income generating (perolehan pendapatan) perusahaan multinasional melampaui batas- batas Negara.
  3. Perdagangan dalam perusahaan multinasional kebanyakan terjadi di dalam lingkup perusahaan itu sendiri, walaupun antarnegara.
  4. Control terhadap pemakaian teknologi dan modal sangat diutamakan mengingat kedua factor tersebut merupakan keuntungan kompetitif perusahaan multinasional.
  5. Pengembangan sistem managemen dan distribusi yang melintasi batas-batas Negara, terutama system modal ventura, lisensi dan franchise.
  6. Membentuk cabang – cabang di luar negeri.
  7. Visi dan strategi yang digunakan untuk memproduksi suatu barang bersifat global (mendunia), jadi perusahan tersebut membuat atau menghasilkan barang yang dapat digunakan di semua negara.
  8. Lebih cenderung memilih kegiatan bisnis tertentu, umumnya manufaktur.
  9. Menempatkan cabang pada negara – negara maju.
  1. Motif Berdirinya Perusahaan Multinasional

Ada 3 motif berdirinya perusahaan multinasional, yaitu:

  1. Bermotif memperluas usahanya dalam rangka mencari bahan baku (raw material seker) dan menjual produknya keluar negeri, bahkan pemerintah tidak tahu berapa banyak dan apa saja yang dihasilkan oleh perusahaan asing tersebut. (Seperti: PT Freeport (timah dan emas) di Irian Jaya, PT Caltex (minyak) di Riau, PT Port Newman (minyak) di Batu Binjai NTB dll.
  2. Bermotif mencari pasar (market seeker).

Setelah terpenuhinya pasar dalam negara tersebut, perusahaan multinasional ini berusaha mencari pasar-pasar baru untuk memasarkan produknya. Hal

ini dapat memperluas jangkauan pemasaran barang tersebut.

  1. Bermotif menimumkan biaya (cost minimazer) dan memaksimalkan sumber daya, Seperti: Keringanan pajak, tenaga kerja murah, harga tanah murah, biaya pengolahan limbah dengan syarat ringan, menghindari adanya batasan kuota dinegaranya, dan pelayanan purna jual cepat.

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/