Sejarah Perusahaan Multinasional

Sejarah Perusahaan Multinasional

Sejarah Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional pertama muncul pada 1602 yaitu Perusahaan Hindia Timur Belanda yang merupakan saingan berat dari Perusahaan Hindia Timur Britania.Perusahaan multinasional telah ada sejak awal perdagangan luar negeri. Mereka tetap bagian dari kancah bisnis sepanjang sejarah, memasuki bentuk modern MNC di abad 17 dan 18 dengan berbagai perubahan  besar,di  Eropa merupakan  basis masalah monopoli seperti British East India Company pada zaman penjajahan. Masalah multinasional dipandang pada waktu itu sebagai agen peradaban dan memainkan peran penting dalam pengembangan perdagangan dan industri di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika. Pada akhir abad ke-19, kemajuan di bidang komunikasi memiliki kontribusi yang besar bagi MNC untuk hadir di pasar dunia secara erat, dan perusahaan multinasional mempertahankan citra yang menguntungkan mereka sebagai alat hubungan global ditingkatkan melalui hubungan perdagangan. Eksistensi dengan hubungan perdagangan internasional tidak mencegah pecahnya perang dunia kedua pada paruh pertama abad kedua puluh, tetapi ekonomi dunia yang lebih erat terikat muncul sebagai akibat dari masa konflik.

Akhir-akhir ini ,perusahaan-perusahaan multinasional telah tumbuh dalam kekuatan dan visibilitas, tetapi MNC hadir dan  dipandang berbeda oleh setiap  pihak baik oleh pihak  pemerintah maupun pihak konsumen di seluruh dunia. Memang, perusahaan multinasional saat ini dilihat dengan berbagai kecurigaan yang meningkat mengingat mereka dianggap kurang pedulia terhadap  kesejahteraan ekonomi dari wilayah ataupun kawasan tertentu dimana mereka melakukan aktivitas bisnis dan secara umum ada muncul berbagai  kesan di ranah publik bahwa perusahaan multinasional lah yang memperoleh kekuasaan dalam kaitannya dengan instansi pemerintah nasional, organisasi  perdagangan internasional, dan lokal, nasional, dan organisasi perburuhan internasional.

Walaupun ada kekhawatiran tersebut, perusahaan multinasional muncul bersiap untuk memperluas kekuasaan dan pengaruh mereka sebagai hambatan perdagangan internasional terus dihapus. Selain itu, sifat yang sebenarnya dan metode perusahaan multinasional yang dalam ukuran besar disalahpahami oleh masyarakat, dan jangka panjang pengaruh mereka cenderung kurang menyeramkan dari yang dibayangkan. Perusahaan multinasional membagi banyak hal, termasuk metode yang mereka gunakan untuk menembus pasar baru, cara di mana anak perusahaan di luar negeri mereka terikat dengan operasi markas mereka, dan interaksi mereka dengan  lembaga  pemerintah  nasional  dan organisasi buruh nasional dan internasional. (www.enotes.com/multinational-corporations-reference/multinational-corporations)

Setelah Perang Dunia II aktivitas dari multinational (MNC) berkembang pesat. MNC mulai mendominasi pasca PD II karena pasca perang industri negara dunia pertama mulai menurun dan AS merupakan satu-satunya negara yang masih kuat. Terjadi akumulasi kapital yang cepat untuk kemudian memacu perkembangan teknologi di AS. MNC merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh kapitalis untuk mendapat keuntungan sebanyak mungkin (memperoleh bahan mentah dan buruh murah di berbagai negara). Gejala munculnya korporasi yang multinasional ini sebenarnya sudah ada sejak Abad Pertengahan, contohnya pada abad ke-16 hingga abad ke-18 dikenal adanya perusahaan dagang seperti “East India Company”.

Sesuai dengan penjelasan Marx yang banyak memfokuskan pada institusi ekonomi, multinational corporation lahir akibat tiga kondisi utama yang diciptakan oleh perkembangan kapitalisme:

  1. Kondisi perusahaan kapitalis memaksakan kebutuhan pada perusahaan individual untuk terus memperluas perekonomiannya, hal ini seperti apa yang ditulis Marx dalam Capital, perkembangan produksi kapitalis membuatnya terus-menerus diperlukan untuk terus meningkatkan jumlah modal dalam suatu usaha industri tertentu, dan persaingan membuat hukum-hukum imanen dari produksi kapitalis dirasakan oleh masing-masing individu kapitalis, sebagai hukum koersif eksternal.
  2. Tumbuhnya konsentrasi modal terakumulasi pada semakin sedikit pengusaha (korporat), yang kemudian menimbulkan dua hal yang saling berkaitan, yaitu penyebaran produksi dalam skala besar dan kombinasi dari beberapa perusahaan (misalnya merger dan akuisisi).
  3. Pasar dunia menyediakan ruang tambahan bagi barang-barang produksi kapitalis. Pertama, pasar dunia seolah menyediakan elemen dasar guna menyuport kapitalisme tersebut, misal adanya revolusi komersial (periklanan/advertisement), perluasan perdagangan dunia, dan transformasi feodalisme ke kapitalisme.

 

Recent Posts