PKI ( Partai Komunis Indonesia )

PKI ( Partai Komunis Indonesia )

PKI ( Partai Komunis Indonesia )

Berdiri pada tanggal 23 Mei 1920 yang merupakan gabungan organisasi Syarikat Islam Merah pimpinan Semaun dan ISDV (Indische Social Demokratische Vereeniging, berdiri tahun 1914 di Semarang) pimpinan Hendrick Sneevliet (Pegawai Belanda yang berhaluan komunis serta aktif menyebarkan komunis di Indonesia bekerjasama dengan Semaun) dengan nama PKH (Partai Komunis Hindia). PKH dipimpin oleh :

  1. Ketua             : Semaoen
  2. Wakil Ketua  : Darsono
  3. Sekretaris      : Bergsma
  4. Bendahara     : Dekker
  5. Anggota        : Baars dan Soegono

Asas perjuangan PKH adalah Sama Rata Sama Rasa dengan prinsip anti kolonialis dan kapitalis serta bersikap Revolusioner / radikal terhadap Pemerintah Kolonial Belanda. Beberapa tokoh belanda yang tidak menyetujui pendirian PKH lalu memisahkan diri dan membentuk ISDP (Indische Social Demokratische Party) yang dipimpin oleh F. Bahler. Pada tahun 1924, Partai Komunis Hindia (PKH) diubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebelumnya pada tahun 1921, PKH menjadi anggota Komintern (Komunis Internasional) yang berpusat di Moskow, Rusia. Puncak kegiatan PKI pada periode pergerakan nasional adalah pemberontakan terhadap pemerintah Kolonial Belanda yang terkenal dengan nama “pemberontakan November 1926” di Jakarta yang disusul kemudian dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara pemberontakan di Sumatera Barat terjadi pada tahun 1927. pemberontakan PKI atau sebenarnya lebih tepat pemberontakan rakyat Indonesia tersebut gagal total sehingga pada tahun 1927 PKI diinyatakan sebagai organisasi terlarang sedangkan para pengikutnya ditangkap dan kemudian di penjarakan / dibuang sebagai pekerja paksa di daerah-daerah terpencil seperti Digul, Papua. Akibat kegagalan pemberontakan PKI maka Pemerintah Kolonial Belanda kemudian memperketat pengawasan dan mempersempit ruang gerak organisasi-organisasi pergerakan nasional yang sudah ada maupun yang baru lahir.

7.Taman  Siswa

Berdiri pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta dengan tokoh pendirinya adalah Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hajar Dewantoro (tokoh Indische Partij yang sudah pulang dari pembuangannya di Belanda). Taman Siswa adalah organisasi pergerakan nasional dalam bidang pendidikan dengan tujuan “Mewujudkan Masyarakat Yang Tata Tentrem Tertib Damai” / “mengembangkan Edukasi Kebudayaan” yang merupakan senjata ampuh dalam menghadapi dominasi Pemerintah Kolonial Belanda. Sekolah Taman Siswa dijadikan sebagai alat untuk menyampaikan paham ideologi, yaitu nasionalisme kebudayaan, menyampaikan perkembangan politik, dan juga digunakan untuk mendidik calon-calon pemimpin bangsa yang akan datang yang mempunyai wawasan kebangsaan luas. Dalam hal ini, sekolah merupakan alat untuk meninggikan derajat rakyat melalui pengajaran. Ki hajar Dewantoro merumuskan asas-asas pengajaran nasional selama masa pembuangannya di Belanda (1913-1919). Pola pendidikan / kepemimpinan yang dikembangkannya adalah “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” (Di depan dapat memberikan contoh, di tengah dapat mendorong dan bekerjasama, dan di belakang dapat mendorong untuk maju ke depan). Sekolah-sekolah yang didirikan Taman Siswa adalah :

 

Sumber :

https://balad.org/konsumsi-ikan-bantu-turunkan-gangguan-tidur-perbaiki-iq/