INDONESIA-PAKISTAN

INDONESIA-PAKISTAN

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membawa masalah kebijakan pajak tinggi yang diterapkan Pakistan terhadap kertas duplex asal Indonesia ke forum Penyelesaian Sengketa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

5 . INDONESIA-UNI EROPA

Pemerintah Indonesia berencana untuk mengadukan Uni Eropa ke WTO menyusul pengenaan anti dumping produk biodiesel asal Indonesia oleh Uni Eropa. Produk biodiesel Indonesia dikenakan bea masuk anti dumping sementara 2,8% hingga 9,6% oleh otoritas perdagangan Uni Eropa sejak setahun lalu.
6 . JEPANG-INDONESIA
Berbeda dari kasus sebelumnya, Jepang berniat gugat Indonesia ke World Trade Organization (WTO) terkait pelarangan ekspor tambang mentah. Jepang melaporkan Indonesia ke WTO karena mendapatkan tekanan dari salah satu produsen otomotif terbesar Jepang Mitsubishi.
7 . INDONESIA-BRAZIL
Brasil kini tengah berupaya mengangkat status sengketanya dengan Indonesia ke ranah yang lebih tinggi melalui campur tangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sengketa tersebut menyusul aksi pembatasan impor daging sapi ke Indonesia dari negara Amerika Selatan tersebut.
8 . INDONESIA-JEPANG
Jepang menjadi salah satu negara yang merasa keberatan dengan penerapan undang-undang mengenai larangan ekspor mineral mentah. Tak hanya keberatan, Jepang bahkan mengancam akan membawa masalah tersebut ke World Trande Organisation (WTO)
GKelebihan dan Kekurangan Perdagangan Internasional
Krugman dan Obstfeld (2004) menjelaskan bahwa setiap negara melakukan perdagangan internasional karena dua alasan utama, yang masing-masing menjadi sumber bagi adanya keuntungan perdagangan (gains from trade) bagi mereka. Alasan pertama negara-negara berdagang adalah karena mereka berbeda satu sama lain. Bangsa-bangsa di dunia ini, sebagaimana halnya individu-individu, selalu berpeluang memperoleh keuntungan dari perbedaan-perbedaan di antara mereka melalui suatu pengaturan sedemikian rupa sehingga setiap pihak dapat melakukan sesuatu secara relatif lebih baik. Kedua, negara-negara berdagang satu-sama lain dengan tujuan untuk mencapai apa yang lazim disebut sebagai skala ekonomis (economics of scale) dalam produksi. Maksudnya, seandainya setiap negara bisa membatasi kegiatan produksinya untuk menghasilkan sejumlah barang tertentu saja, maka mereka berpeluang memusatkan perhatian dan segala macam sumber dayanya sehingga ia dapat menghasilkan barang-barang tersebut dalam skala yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan dengan jika negara tersebut mencoba untuk memproduksi berbagai jenis barang secara sekaligus. Dalam dunia nyata, pola-pola perdagangan internasional mencerminkan adanya interaksi yang terus-menerus dari kedua motif dasar di atas.
Persaingan di pasar perdagangan internasional memaksa negara untuk terus meningkatkan daya saingnya, dalam hal ini Indonesia harus dapat menemukan strategi yang tepat. Pada situasi hyper competitive tidak ada lagi negara yang dapat memiliki keunggulan daya saing berkelanjutan. Dalam situasi ini agro industri sangat tepat dilakukan karena resource base-nya dapat diperbaharui. Indonesia kaya akan sumber daya, akan tetapi belum dikelola dengan baik. World in Figure tahun 2003 yang diterbitkan oleh The Economist (UK) memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara terluas nomor 15 di dunia. Indonesia memiliki jumlah penduduk nomor 4 di dunia. Indonesia merupakan penghasil biji-bijan nomor 6 di dunia. Indonesia juga penghasil teh nomor 6 di dunia. Indonesia merupakan penghasil kopi nomor 4 di dunia. Indonesia juga menghasilkan cokelat nomor 3 di dunia. Indonesia juga menghasilkan minyak sawit nomor 2 di dunia. Indonesia merupakan negara penghasil lada putih dan puli dari buah pala terbesar di dunia. Indonesia merupakan penghasil lada hitam nomor 2 di dunia. Indonesia juga penghasil karet alam nomor 2 di dunia. Indonesia merupakan penghasil karet sintetik nomor 4 di dunia. Indonesia juga penghasil kayu lapis terbesar di dunia. Juga Indonesia sebagai negara penghasil ikan nomor 6 di dunia. Indonesia juga penghasil LNG nomor 1 di dunia. Indonesia merupakan penghasil timah nomor 2 di dunia. Indonesia juga penghasil tembaga no 3 di dunia. Disamping itu batu-bara, minyak bumi, gas alam, emas, bauksit, aspal, nikel, granit, perak, uranium, marmer dan mineral lainnya juga dihasilkan di Indonesia (DPKLTS Barasetra Pusat, 2006).
Sumber :https://busbagus.co.id/xiaomi-mi-mix-2-segera-mendarat-di-india/