Jenis-jenis Mikroskop

Jenis-jenis MikroskopJenis-jenis Mikroskop

a. Mikroskop Optik

Mikroskop optik merupakan jenis mikroskop yang cara penggunaanya membiaskan cahaya lampu melalui lensa kondensor sehingga mengenai spesimen dan diteruskan oleh lensa objektif (Respati, 2008). Penerusan cahaya yang dilakukan oleh lensa objektif akan diterima oleh lensa okuler dan meneruskannya ke mata. Selain itu, Respati (2008) juga menjelaskan bahwa perbesaran mikroskop optik dimulai dari 400 kali sampai 1400 kali.

Suripto (1994) mengatakan bahwa mikroskop optik dapat dibedakan menjadi dua macam yakni mikroskop biologi (monokuler) dan mikroskop stereo (binokuler). Mikroskop monokuler adalah mikroskop yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran tipis serta transparan dengan memnfaatkan lampu ataupun sinar matahari yang diatur di salah satu bagian bawah mikroskop (Amin, 1994). Biasanya mikroskop monokuler memiliki perbesaran 40, 100, dan 400 kali. Perbesaran mikroskop monokuler yang paling kuat dalam pengamatan benda transparan adalah 100 kali (Yudiarti et al., 2004). Sedangkna mikroskop binokuler adalah mikroskop yang diguakan untuk mengamati benda-benda yang cukup besar serta transparan maupun tidak transparan dengan memanfaatkan lampu ataupun sinar matahari yang diatur di bagian bawah dan dibagian atas mikroskop (Tim Penyusun, 2013). Ciri umum yang dapat diketahui dari mikroskop binokuler adalah mempunyai 2 lensa objektif serta 2 lensa okuler (Yudiarti et al., 2004).

b. Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya merupakan jenis mikroskop yang memiliki perbesra maksimum 1000 kali dengan memanfaatkan bantuan cahay matahari ataupun lampu untuk melakukan pengamatan suatu objek (Saktiyono, 2006). Selanjutnya Campbell et al. (2008) mengatakan bahwa mikroskop cahaya merupakan sebuah instrumen optik yang memanfaatkan lensa untuk memantulkan cahaya tampak dalam memperbesar spesimen gambar. Bagian-bagian penting dari mikroskop cahaya terdiri dari sistem penglihat, meja preparat, diafragma, kondensor, reflektor serta penyangga (Syamsuri et al., 2007).