Cara Ternak Jangkrik

Cara Ternak JangkrikCara Ternak Jangkrik

Di era yang sudah serba modern ini justru hal kecil seperti cara ternak Jangkrik semakin di kembangkan dengan tujuan untuk menunjang perekonomian masyarakat dalam menghadapi zaman yang serba canggih saat ini. Binatang yang besarnya hanya sebiji kurma ini merupakan jenis serangga yang memiliki sayap dan dapat mengeluarkan suara yang khas (ngerik). Serangga ini juga akan aktif untuk berkelangsungan hidup pada saat malam hari. Jangkrik berasal dari bahasa latin (Gryllidae) yang saat ini telah ramai di budidayakan keberadaanya oleh masyarakat di Negara Kita. Alasan utama ternak Jangkrik adalah untuk mendapatkan penghasilan karena hasil panen Jangkrik akan di jual dan di gunakan sebagai sumber pakan binatang peliharaan seperti; burung, ikan hias, musang, garangan, ular, aneka reptil, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

 

Media Hidup Jangkrik Menggunakan TRE (bekas wadah telur)

Dalam cara ternak Jangkrik ini hanya ada beberapa macam jenis Jangkrik yang dapat di budidayakan seperti jenis kalung madu, upo, aduan, sliring alam, genggong, gangsir putih. Jenis Jangkrik tersebut memang mempunyai banyak alasan dalam proses pembudidayaanya yang pada notabennya adalah untuk pakan binatang peliharaan. Memang dalam ternak Jangkrik ini juga berbeda-beda caranya, seperti jika akan membudidayakan Jangkrik berjenis kalung dan sliring akan berbeda dengan cara ternak Jangkrik aduan karena Jangkrik aduan indukannya di ambil dari alam bebas, sedangkan untuk Jangkrik sliring dan kalung madu induk dan bahkan telurnya sudah banyak yang memperjual belikan.

Jika berbicara masalah harga telur Jangkrik, telur Jangkrik jenis kalung adalah harga yang paling murah yaitu berkisar antara 200.000 setiap kilonya, sedangkan jenis Jangkrik seperti sliring,madu,alam harganya mencapai antara 300.000 setiap kilonya.

Seperti pada pokok pembahasan kali ini adalah tentang cara ternak Jangkrik yang akan saya bagikan langkah dan tata cara yang tepat agar menghasilkan kualitas panen yang maksimal. Cara budidaya Jangkrik ini juga sangat mudah dan tidak seribet yang kita bayangkan, dan disini Saya juga akan menjelaskan bagaimana teknik pemasaran Jangkrik yang tentunya bagi para pemula belum mengetahui dan supaya bisa dengan mudah melakukannya. Di khususkan untuk para sobat Budidaya yang sudah mahir dan berpengalaman juga tidak ada salahnya untuk membaca coretan saya ini dan digunakan sebagai referensi sharing antar sesama peternak Jangkrik. Dalam pelaksanaan cara budidaya Jangkrik tentunya tidak hanya ada satu cara saja, namun banyak metode yang dapat di gunakan mulai dari metode tradisional sampai dengan modern yang menggunakan ember dan pasir sebagai media telur Jangkrik, kardus dan triplek sebagai kandang utama Jangkrik. Tetapi dalam di sini tentunya yang akan kita bahas adalah cara ternak Jangkrik yang paling simpel dan mudah tentunya sudah banyak di lakukan dalam usaha ternak Jangkrik skala kecil/rumahan.

Dalam pelaksanaan cara ternak Jangkrik ini yang paling penting dan harus di lakukan terlebih dahulu adalah menentukan lokasi serta mempersiapkan box/kandang yang akan di gunakan untuk proses budidaya Jangkrik. Pemilihan lokasi dan persiapan box/kandang adalah hal utama yang harus di perhatikan, karena 2 hal ini sangat penting untuk menunjang hasil akhir ternak Jangkrik yang akan di laksanakan. Jadi modal utama agar berhasilnya usaha ternak Jangkrik adalah mencakup 2 hal tadi yaitu, pemilihan lokasi kandang dan kandang itu sendiri.

Untuk penentuan lokasi yang akan di gunakan di anjurkan untuk membuatkan sebuah rumah/gubuk sederhana untuk tempat kandang/box Jangkrik karena tentunya hal tersebut di sesuaikan dengan lingkungan hidup Jangkrik yang menyukai tempat yang sepi dan gelap. Selain membuatkan gubuk/rumah khusus untuk box Jangkrik, dapat juga memanfaatkan ruangan kosong yang tidak terpakai di dalam rumah. Cara ini tentunya lebih menghemat biaya dan juga lebih mudah dalam penanganannya karena berada 1 atap dengan Kita. Memang lokasi ternak Jangkrik sangatlah harus di perhatikan, kenyamanan dan keamanan Jangkrik dari para pemangsa juga harus di perhitungkan.

Hal penting lainnya yang harus di perhatikan sebelum menjalankan usaha ternak Jangkrik adalah suhu lingkungan, Jangkrik tidak tahan terhadap suhu dingin, akibatnya akan mudah mati dan tidak dapat bertumbuh dengan optimal. Jangkrik juga tidak tahan dengan suhu panas, jika suhu terlalu panas Jangkrik akan mudah mati karena kekeringan. Jadi dalam menentukan lokasi kandang Jangkrik ini di setiap daerah selalu berbeda-beda, hal ini berlaku di semua daerah seperti yogyakarta, magelang, klaten, solo, ambawara, semarang, kudus, kebumen, juwana, jepara, pati, pekalongan, tayu, purwodadi, grobogan, jakarta, bandung, bogor, bekasi, banyuwangi, jember, surabaya, nganjuk, ngawi, mediun, jawa tengah, jawa barat, jawa timur, sematra, kalimantan, jambi, papua, dan masih banyak daerah dan kota lainnya yang tidak bisa saya sebutkan kesemuanya. Yang jelas dalam pemilihan lokasi di semua daerah pasti berbeda, semua ini di karenakan suhu yang berbeda, Jangkrik menyukai suhu yang tidak panas dan dingin, jika lokasi kandang seperti ini maka pertumbuhan Jangkrik akan optimal dan juga kematian tidak terjadi. Jadi untuk membuat kandang yang nyaman, berilah busa yang di basahi dengan air untuk daerah yang bersuhu panas, dan berikan penghangat dari lampu bohlam 5W untuk daerah yang bersuhu dingin, cara ternak Jangkrik seperti ini cukup efektif.

Sumber: https://wisatalembang.co.id/google-luncurkan-sistem-ar/