Kemuliaan Harkat Kemanusiaan sebagai Karakter Produksi

Kemuliaan Harkat Kemanusiaan sebagai Karakter Produksi

Kemuliaan harkat kemanusiaan harus mendapat perhatian besar dan utama dalam keseluruhan aktivitas produksi. Segala aktivitas yang bertentangan dengan pemuliaan harkat kemanusiaan dan dikatakan bertentangan dengan ajaran Islam. Karakter produksi seperti ini akan membawa implikasi penting dalam teori produksi. Salah satu contoh dalam memandang kedudukan manusia adalah tenaga kerja dan kapital. Keduanya dapat mengalami substitusi tergantung keadaan. Substitusi antara manusia/tenaga kerja dengan kapital pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Substitusi yang bersifat alamiah (natural substitution)

  2. Substitusi yang dipaksakan (forced substitution)

Sebagai contoh substitusi ini kita asumsikan pada kehidupan jaman dahulu ketika manusia masih rendah ketenagakerjaannya. Semakin lama kualitas tenaga kerja akan meningkat. Hal ini membuat manusia harus ditempatkan dalam produksi yang bernilai tinggi juga. Sementara itu, untuk produksi pekerjaan barang-barang remeh akan digantikan oleh peralatan atau mesin. Seperti inilah substitusi yang bersifat alamiah tersebut dimana substitusi tersebut terjadi ketika perubahan zaman jangka waktu yang panjang.

Islam sangat menganjurkan substitusi natural karena sifatnya akan lebih meningkatkan mashlahah yang lebih tinggi dimana manusia semakin berkembang kualitas kerjanya. Sebaliknya Islam tidak menganjurkan adanya substitusi yang dipaksakan (forced). Hal ini disebabkan karena substitusi yang dipaksakan akan menimbulkan kesengsaraan hidup manusia yang juatru menurunkan harkat manusia.

Namun perlu diketahui substitusi natural proses terjadi dalam jangka waktu panjang. Sementara paradigma jangka berproduksi sebenarnya adalah paradigma jangka pendek. Sehingga menjadi tidak tepat jika konsep jangka panjang digambarkan kepada jangka pendek.

Sumber :

https://zalala.co.id/pusat-riset-apple-diharapkan-dorong-konten-lokal/