masalah poligami dalam struktur masyarakat Islam

Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinasti Usmani

Kaum perempuan di wilayah kekuasaan Dinasti Usmani memiliki keterlibatan dalam berbagai aktifitas publik dan akses untuk mengaktualisasikan hak-hak kepemilikan mereka. Mereka tidak hanya berhak aktif di forum publik, namun mereka juga membuka peran untuk menjadi partisipan di dunia usaha. Berbagai data menunjukan banyak perempuan yang terlibat dalam dunia usaha. Namun keterlibatan mereka di sektor usaha ini tidak dapat mengimbangi intensitas kelompok laki-laki. Setidaknya dengan ini telah menunjukan adanya akses bagi perempuan untuk memasuki kegiatan usaha. Hal tersebut memprakarsai persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.
Dalam bidang pendidikan, perempuan Turki cukup mendapat perhatian, tuntutan terhadap pentingnya pendidikan semakin meningkat. Meningkatnya perempuan terdidik di Turki, membawa pengaruh terhadap hubungan perkawinan dan kekeluargaan. Seperti masalah poligami dalam struktur masyarakat Islam dianggap sebagai kelaziman sosial. Data sejarah tentang kasus poligami di Turki abad XVII, menunjukan bahwa dari sekitar dua ribu kelas menengah, hanya dua puluh saja yang melakukan poligami.

A. Kesimpulan

Perkembangan peradaban Turki Usmani banyak dipengaruhi oleh berbagai kondisi-kondisi pemerintahan itu sendiri. Kondisi-kondisi tersebut meliputi kondisi sosio-politik, kondisi ekonomi, kondisi sosio-pendidikan Islam, kondisi sosio-keagamaan. Akan tetapi kondisi yang sangat mempengaruhi ialah kondisi sosio-politik. Dalam kondisi tersebut dibahas luasnya kekuasaan Turki Usmani yang meliputi tiga benua sehingga menjadikannya tempat titik temu antara kebudayaan-kebudayaan dan peradaban yang dating dari luar.
Peradaban-peradaban Islam yang dibuat pada masa Turki Usmani memberikan sumbangsi besar bagi perjalanan Islam keberbagai wilayah. Hal tersebut juga menjadi catatan sejarah Islam dan akan selalu dikenang berkat kemasyhuran dan kemegahan pemerintahannya.


Sumber: https://bengkelharga.com/